• Breaking News

    download askep lengkap, tutorial keperawatan, dan materi keperawatan

    KRUCIL BLOG

    Tuesday, November 22, 2011

    askep stroke

    I. STROKE
    A. DEFINISI
    Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya supalai darah kebagian otak( Brunner & Sudarth, 2002)

    Stroke merupakan manifestasi neurologis yang umum yang timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak. (Depkes RI 1996)

    Stroke/penyakit serebrovaskuler menunjukan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak. (Marilyn E. Doenges)

    B. ETIOLOGI
    a. Trombosis
    bekuan darah dalam pembuluh darah otak atau leher: Arteriosklerosis serebral.
    b. Embolisme serebral
    bekuan darah atau material lain yang dibawa ke otak dari bagian tubuh yang lain: endokarditis, penyakit jantung reumatik, infeksi polmonal.
    c. Iskemia
    penurunan aliran darah ke area otak: Kontriksi ateroma pada arteri.
    d. Hemoragi Serebral
    Pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan kedalam jaringan otak atau ruang sekitar otak


    C. FAKTOR RESIKO PADA STROKE
    1. Tidak dapat dirubah (Non Reversible)
     Jenis kelamin : Pria lebih sering ditemukan menderita stroke dibanding wanita.
     Usia : Makin tinggi usia makin tinggi pula resiko terkena stroke.
     Keturunan : Adanya riwayat keluarga yang terkena stroke

    2. Dapat dirubah (Reversible)
     Hipertensi
     Penyakit jantung
     Kolesterol Tinggi
     Obesitas
     Diabetes Melitus
     Polistemia
     Stress Emosional

    3. Kebiasaan Hidup
     Merokok, Peminum Alkohol, obat-obatan terlarang.
     Aktivitas yang tidak sehat: Kurang olahraga, makanan berkolesterol

    D. KLASIFIKASI STROKE
    Berdasarkan Klinik
    1. Stroke Hemoragik (SH)
    Stroke yang terjadi karena perdarahan Sub arachnoid, mungkin disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah tertentu, biasanya terjadi saat pasien melakukan aktivitas atau saat aktif. Namun bisa juga terjadi saat istirahat, kesadaran pasien umumnya menurun.
    2. Stroke Non Hemoragik (SNH)
    Dapat berupa iskemia, emboli dan trombosis serebral, biasanya terjadi setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau dipagi hari. Tidak terjadi iskemi yang menyebabkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder, kesadaran pasien umumnya baik.

    Berdasarkan Perjalanan Penyakit
    1. Trancient Iskemik Attack (TIA) atau serangan iskemik sepintas
    Merupakan gangguan neurologis fokal yang timbul mendadak dan hilang dalam beberapa menit (durasi rata-rata 10 menit) sampai beberapa jam (24 jam)

    2. Stroke Involution atau Progresif
    Adalah perjalanan penyakit stroke berlangsung perlahan meskipun akut. Munculnya gejala makin bertambah buruk, proses progresif beberapa jam sampai beberapa hari.
    3. Stroke Complete
    Gangguan neurologis yang timbul sudah menetap atau permanen, maksimal sejak awal serangan dan sedikit memperlihatkan parbaikan dapat didahului dengan TIA yang berulang.

    E. MANIFESTASI KLINIK
    1. Tanda/Gejala awal Stroke Trombotik (TIA)
     Hemiparesis
     Kehilangan bicara
     Parestesia satu sisi tubuh
    2. Tanda dan Gejala umum yang ditemukan pada perdarahan otak pada klien hipertensi:
     Nyeri kepala hebat (dibelakang leher)
     Vertigo (pusing) / sinkope
     Parestesia (sensasi abnormal)
     Paralisis
     Epistaksis
     Perdarahan retina

    F. KEMUNGKINAN KECACATAN YANG BERKAITAN DENGAN STROKE
    Stroke Hemisper kiri
    1. Hemiparesis atau hemiplegia sisi kanan
    2. Prilaku lambat dan sangat hati-hati
    3. Kelainan bidang pandang kanan
    4. ekspresip, reseptif, atau dispagia global
    5. Mudah prustasi
    Stroke Hemisper Kanan
    1. Hemiparesis atau hemiplegia sisi kiri
    2. Depisit spatial sampai perseptual
    3. Penilaian buruk
    4. Memperlihatkan ketidak sadaran depisit pada bagian yang sakit oleh karena itu cenderung (beresiko untuk jatuh) atau cidera lainnya
    5. Kelainan pada bidang visual kiri

    G. SPESIFIK DEFISIT SETELAH STROKE
    1. Hemiparesis dan hemiplegia : Kelemahan dan paralisis satu sisi tubuh terjadi karena kerusakan area mata pada korteks atau pada saluran serat piramidal.
    2. Apraksia adalah suatu kondisi dimana klien dapat menggerakan bagian yang terkena tetapi tidak dapat digunakan untuk pergerakan dengan tujuan spesipik (berjalan, bicara, pembersihan)
    3. Apasia adalah kerusakan dalam menggunakan dan interpretasi simbol bahasa. Apasia mungkin meliputi beberapa atau semua aspek dari penggunaan bahasa seperti berbicara, membaca, menulis, dan mengerti pembicaraan.
    Katagori apasia adalah:
     Apasia sensorik (reseptive aphasia)
    - disebut juga wernicke aphasia
    - dapat berbicara dengan artikulasi dan gramatikal yang benar tetapi kurang mampu memahami isi/kata yang dibicarakan
     Apasia motorik (ekspresif aphasia)
    - disebut juga bioca aphasia
    - tidak mampu membentuk kata yang dapat dipahami, mungkin mampu bicara dalam respon kata tunggal.
     Apasia Global (kombinasi baik apasia reseptive maupun ekpresif)
    4. Disatria adalah kesulitan dalam bentuk kata.
    - klien mengerti bahasa tetapi kesulitan mengucapkan kata dan menyambungkannya
    - disebabkan karena fungsi saraf kranial yang menghasilkan kelemahan dan paralisis dari otot bibir, lidah dan laring atau kehilangan sensasi.
    - sering mempunyai kesulitan mengunyah dan menelan makanan (disfagia) karena rendah kontrol otot.
    5. Disfagia adalah kesulitan dalam menelan
    6. Perubahan penglihatan:
    - Homonimus hemianopisa (kehilangan setengah lapang penglihatan pada sisi yang sama)
    - Diplopia (penglihatan ganda)
    - Penurunan ketajaman penglihatan
    - Agnosia (ketidakmampuan mengidentifikasi lingkungan melalui indera). Melalui visual, pendengaran atau taktil.
    7. Perubahan berfikir abstrak
    Ketidakmampuan membedakan kanan dan kiri, ketidak mampuan mengenali nomor (angka) seperti penggunaan telepon atau mengatakan waktu.
    8. Emosi labil: frustasi, mara, depresi, ketakutan, permusuhan, keputusasaan, kehilangan kontrol diri dan hambatan sosial.
    9. Inkotinensia
    Tidak semua jenis stroke menghasilkan inkotinensia bowel dan bladder neurogenik bowel dan blader, kadang-kadang terjadi setelah stroke.



    II. HIPERTENSI
    A. Pengertian
    Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu bila tekanan sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan distolik (bawah) 90 atau lebih. Menurut WHO batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg
    B. Faktor pencetus
    1. Obesitas / kegemukan
    2. Kebiasaan merokok
    3. Minuman beralkohol
    4. Penyakit kencing manis dan jantung
    5. Wanita yang tidak menstruasi
    6. Stress
    7. Kurang olah raga
    8. Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak dan tinggi kolesterol
    9. Faktor keturunan

    C. Klasifikasi
    Klasifikasi Hipertensi, berdasarkan The Joint national Commite on Detection Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, adalah sebagai berikut :
    Kategori Sistolik (atas) Distolik (bawah)
    - Normal tinggi (perbatasan) 130 - 139 85 – 89
    - Stadium 1, ringan 140 - 159 90 – 99
    - Stadium 2, sedang 160 - 179 100 – 109
    - Stadium 3, berat 180 - 209 110 – 119
    - Stadium 4, sangat berat  210  120

    D. Komplikasi
    1. Pada otak
     Pelebaran pembuluh darah
     Perdarahan pada otak
     Kematian sel otak Stroke
    2. Pada ginjal
     Malam banyak kencing
     Kerusakan sel-sel ginjal
     Gagal ginjal
    3. Jantung
     Pembesaran jantung
     Nafas sesak
     Cepat lelah
     Gagal jantung

    pengkajian
    intervensi
    implementasi

    No comments:

    Post a Comment

    Fashion

    Beauty

    Travel